Jumat, 16 Maret 2018

Kebohongan Terbesar


Keempat mataku menggali bayangan di balik ragamu yang terlewatkan.
Menerka, mengerutkan dahiku.
Hingga tiba aksaraku tertuju lagi padamu.
Kebohongan terbesarku adalah “Aku siap kehilanganmu”
Aku yang lebih memilih ketenangan, nyatanya buta bahwa sebenarnya ketenanganku adalah kamu
Aku terlalu naïf untuk melewati tiang-tiang sepi sendiri
Padahal puisi – puisimu selalu saja aku rindui
Aku tak berhak mengatakan bahwa rindu itu kejam
Karena bukan hak ku untuk merindukanmu sekarang
Aku terlalu angkuh untuk membiarkan malam pudar
Lalu meninggalkan sunyi yang membawa beribu mimpi pergi
Dan pada akhirnya ini hanya menyisakan nyeri
Tanpa aku sadari…
Yang kucari..
Yang kunanti..
Tetap saja satu seorang..
Dirimu yang tak pernah berhenti aku puisikan
Dan aku tidak akan pernah siap untuk kehilangan
.
.
.

Instagram : @tulisanbiasa_
8 Maret 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar