"Nyanyikan sesuatu untukku" Kepala gadis itu bergelayut manja di bahu Ben.
"Apa kau
tahu cara yang lebih baik untuk meminta sesuatu Nona Kecil?" Ben menunduk
dan tersenyum jahil.
"Aku rasa saat ini aku tidak tahu bagaimana cara yang
baik untuk meminta sesuatu, mungkin nanti kau bisa mengajariku"
"Baiklah... Rupanya suasana hatimu memang tak secerah hari ini. Lagu apa
yang kau mau?"
"Apa saja.."
Ben memainkan gitarnya dan mulai menyanyikan lagu sendu yang
biasa dinyanyikannya saat sendirian. Gadis yang bersandar di bahunya mulai
memejamkan mata, pandangannya menerawang jauh memasuki khayalan, dan lagi-lagi
mendatangkan ilusi.
"Apa yang kau pikirkan?" Ben menghentikan
lagunya. Dia sadar bahwa dia tak bisa membiarkan gadisnya terlalu lama berkalut
dengan diamnya.
"Sedikit saja tentang masa depan" mata gadis itu
terbuka. Memandang hamparan air dari lautan yang luas membentang.
"Apa
itu?"
"Tentang seseorang"
"Siapa..?"
"Kau sudah tahu siapa itu"
"Sayang... Ada banyak sekali orang di muka bumi ini.
Bagaimana aku bisa tahu pasti satu orang yang ada di pikiranmu saat ini"
"Hmmm...." gadis itu menjawab enggan.
"Ibumu? Ayahmu? Adikmu? Temanmu di asrama?
Atau...?"
"Dia memberi kau mengambil. Dia berada di sana saat nafas
pertamamu. Kau tidak memintanya. Tapi dia akan selalu mengikutimu sampai kau
mati"
Ben mengerutkan keningnya. Alisnya membentuk garis lurus
wajahnya berubah menjadi serius. "Namaku....? Kau memikirkanku? Oh... Ini
sungguh suatu keajaiban" Ben tertawa. Wajah gadis itu berubah cemberut.
"Sekarang katakan, apa yang kau pikirkan
tentangku" Nada Ben terdengar mengejek.
"Ben..?"
"Iya Nona manis"
"Aku mencintaimu" Bahu Ben terasa basah. Gadis itu
menghujani ben dengan air mata yang tak tahu sejak kapan mulai mengalir.
Suasana berubah menjadi hening. Tangan Ben menangkup wajah
gadis disampingnya. Mengangkatnya dari sandaran di bahunya. Jari Ben menyentuh
pipinya dengan lembut, hati - hati, seolah yang di sentuhnya adalah sesuatu
yang rapuh dan mudah pecah. Mata Ben memandangi setiap detail wajah di
depannya. Menatap tajam ke dalam matanya. Meyakinkan diri bahwa gadis itu benar-benar mengatakannya. Mencoba mencari sesuatu yang gadis itu sembunyikan darinya.
"Ya Tuhan.... Aku berharap kau akan slalu mengatakannya"
.
.
.
Instagram : @tulisanbiasa_
15 Februari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar