Jumat, 16 Maret 2018


"Nyanyikan sesuatu untukku" Kepala gadis itu bergelayut manja di bahu Ben.
 "Apa kau tahu cara yang lebih baik untuk meminta sesuatu Nona Kecil?" Ben menunduk dan tersenyum jahil.
 "Aku rasa saat ini aku tidak tahu bagaimana cara yang baik untuk meminta sesuatu, mungkin nanti kau bisa mengajariku"
 "Baiklah... Rupanya suasana hatimu memang tak secerah hari ini. Lagu apa yang kau mau?"
"Apa saja.."

Ben memainkan gitarnya dan mulai menyanyikan lagu sendu yang biasa dinyanyikannya saat sendirian. Gadis yang bersandar di bahunya mulai memejamkan mata, pandangannya menerawang jauh memasuki khayalan, dan lagi-lagi mendatangkan ilusi.
 "Apa yang kau pikirkan?" Ben menghentikan lagunya. Dia sadar bahwa dia tak bisa membiarkan gadisnya terlalu lama berkalut dengan diamnya.
"Sedikit saja tentang masa depan" mata gadis itu terbuka. Memandang hamparan air dari lautan yang luas membentang.
 "Apa itu?"
"Tentang seseorang"
"Siapa..?"
"Kau sudah tahu siapa itu"
"Sayang... Ada banyak sekali orang di muka bumi ini. Bagaimana aku bisa tahu pasti satu orang yang ada di pikiranmu saat ini"
"Hmmm...." gadis itu menjawab enggan.
"Ibumu? Ayahmu? Adikmu? Temanmu di asrama? Atau...?"
 "Dia memberi kau mengambil. Dia berada di sana saat nafas pertamamu. Kau tidak memintanya. Tapi dia akan selalu mengikutimu sampai kau mati"
Ben mengerutkan keningnya. Alisnya membentuk garis lurus wajahnya berubah menjadi serius. "Namaku....? Kau memikirkanku? Oh... Ini sungguh suatu keajaiban" Ben tertawa. Wajah gadis itu berubah cemberut.
"Sekarang katakan, apa yang kau pikirkan tentangku" Nada Ben terdengar mengejek. 
"Ben..?"
"Iya Nona manis"
"Aku mencintaimu" Bahu Ben terasa basah. Gadis itu menghujani ben dengan air mata yang tak tahu sejak kapan mulai mengalir.
Suasana berubah menjadi hening. Tangan Ben menangkup wajah gadis disampingnya. Mengangkatnya dari sandaran di bahunya. Jari Ben menyentuh pipinya dengan lembut, hati - hati, seolah yang di sentuhnya adalah sesuatu yang rapuh dan mudah pecah. Mata Ben memandangi setiap detail wajah di depannya. Menatap tajam ke dalam matanya. Meyakinkan diri bahwa gadis itu benar-benar mengatakannya. Mencoba mencari sesuatu yang gadis itu sembunyikan darinya.
"Ya Tuhan.... Aku berharap kau akan slalu mengatakannya"
.
.
.
Instagram : @tulisanbiasa_
15 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar