Jumat, 16 Maret 2018


Wahai kamu yang sedang bertualang?
Kapan kau akan pulang?
Kapan puisimu menjadi sebuah keajaiban?
Menyapaku yang selalu menunggu kepulanganmu
Bukan hanya rangkaian sajak rindu
Yang membuatku membisu dalam lingkaran cintamu
Sekarat tapi tak mati, mencintai tapi tak memiliki.
Mengadu pada senja tapi dia diam saja.
Pagi tak pernah membawakanku kabar bahagia tentangmu
Malam tetap saja membiarkanku resah menungguimu

Kejamnya lagi dunia memberi kabar yang tak layak ku dengar ,tentangmu.
Benarkah itu?
Siapa dia?
Wanita yang di sampingmu dalam bingkai bahagia? "Rekan kerjaku" kau pasti akan menjawab begitu.
Namun semua ada batasnya, sayang.
Bersandar di bahumu cukup membuat hilang separuh warasku.

Wahai kamu yang sedang bertualang dan memuja - muja rindu.
Akankah kelak akan  kembali pulang kepadaku?
Sedang dunia menyuguhimu banyak rumah baru. Yang lebih nyaman untuk kau tinggali dan melupakan janji - janji.



Instagram : @tulisanbiasa_
2 Oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar